Wednesday, January 5, 2011

Gelang Power Balance



    PEMAKAIAN gelang Power Balance sempat menjadi tren pada 2010 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gelang berhologram itu diklaim mampu membantu menyalurkan energi alami di dalam tubuh kita. Tak sedikit pula yang memercayai hal itu dan merasa lebih sehat dan berstamina setelah memakainya. Namun, semua janji itu ditampik pemerintah Australia dengan pernyataan bahwa Power Balance tidak memiliki khasiat sama sekali. 

       Sepanjang 2010, pemasaran gelang berbahan dasar silikon itu pun tergolong marak. Bentuknya yang unik, warna cerah, dan khasiat kesehatannya membuat banyak orang bersedia untuk membelinya. Di Indonesia, gelang ini dijual pada kisaran harga Rp300 ribu. Tak hanya yang asli, banyak pula dijual produk palsunya dengan harga yang jauh lebih murah yakni sekitar Rp25 ribu. 

     Power Balance mulanya diciptakan pada 2007 oleh sekelompok atlet. Adapun perusahaan yang memproduksi Power Balance mengklaim, "Power Balance didasarkan pada gagasan untuk mengoptimalkan aliran energi di dalam tubuh. Hologram yang terdapat di dalamnya didesain untuk beresosnansi dan merespons energi alami di dalam tubuh." 

     Namun, klaim itu ditampik Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia (ACCC) dengan pengungkapan bahwa pihaknya telah bersepakat dengan perusahaan itu untuk bisa mengganti kata-kata dalam iklan dan kemasan produk tersebut karena tidak tersedianya bukti secara ilmiah. Dalam kemasannya, dijanjikan bahwa Power Balance mampu meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas tubuh. 

      Menurut BBC News, perusahaan itu juga sepakat untuk mengembalikan uang para konsumen Australia apabila mereka memintanya juga menghilangkan istilah 'performance technology' yang tertera pada gelang tersebut. 

     "Pihak penyuplai seharusnya tidak langsung mengklaim khasiat sebuah produk sebelum didapatkan bukti ilmiah," kata Ketua ACCC Graeme Samuel. "Konsumen pun sebaiknya lebih berhati-hati dengan produk sejenis yang juga menawarkan berbagai janji manis, padahal mereka tak memiliki manfaat apa pun selain sebagai gelang biasa."


      Manfaat medis gelang Power Balance dipertanyakan setelah Power Balance Australia meminta maaf dan menyatakan tak ada bukti ilmiah yang mendukung kemampuan gelang itu untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh.

       Menanggapi kontroversi yang muncul, Power Balance Amerika Serikat, selaku induk perusahaan, menyatakan bahwa kasus itu hanya kesalahan materi iklan pemasaran di Australia. Akibatnya, Power Balance dianggap melanggar undang-undang praktik perdagangan di negara tersebut.

      "Untuk jelasnya, kami diperbolehkan melanjutkan penjualan Power Balance di Australia. Ini hanya masalah mengoreksi klaim pemasaran sebelumnya," demikian pernyataan terbuka di situs resmi mereka, 
powerbalance.com.Namun, tidak dijelaskan detail koreksi yang dilakukan.

      Manajer Power Balance Indonesia, Yudi Toengkagie, menduga bahwa Badan Pengawas Konsumen Australia (ACCC) mengklaim 
khasiat gelang itu palsu lantaran promosi berlebihan yang dilakukan Power Balance Australia. Promosi berlebihan itulah yang kemudian memicu kesan membohongi publik.

      "Masalah ini jadi ramai pasti karena ada pernyataan promosi yang menyatakan bahwa produk ini bisa menyembuhkan penyakit," kata Yudi. “Produk ini memang bisa membantu meningkatkan performa pemakainya, tapi tidak untuk menyembuhkan penyakit."

        Yudi mengakui bahwa tidak ada uji klinis terkait manfaat produk ini, juga tak ada izin dari Departemen Kesehatan. Itu karena produk ini memang bukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit. “Kami (di Indonesia) tidak pernah melebih-lebihkan khasiat dari Power Balance," ujarnya.

        Dalam setiap kemasan gelang Power Balance original yang dipasarkan di Indonesia, kata Yudi, tertera dengan jelas bahwa gelang itu tidak untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit. Namun, hanya meningkatkan performa.

     Sesuai ketentuan umum Power Balance di Amerika Serikat, konsumen yang merasa tertipu bisa mengembalikannya dan mendapat uangnya kembali dalam batas waktu 30 hari usai pembelian. Yang pasti, menurut Yudi, penjualan Power Balance tak akan dihentikan.







No comments:

Post a Comment